Festive Season…

Setelah ngendon sebulan, akhirnya kecatet juga event satu ini. Delicious Jogja Festive Season, sebuah gelaran fashion hasil kolaborasi: Nantinya Creative Studio sama mbak Caroline Rika, Isrol Medialegal, dan Sadinoe. Saya sudah hampir lupa seluruh detilnya, karena sepertinya semua berjalan dengan sangat cepat. Untung ada dokumentasi yang cukup me’reminder otak saya yang makin pikun. Yang jelas, event setengah dadakan ini (karena nggak masuk master plan 2011)  serba mepet, baik budget maupun waktunya. Kalau bukan karena kegetolan Heydi berburu sharing partner, media partner, sekaligus hunting model, saya nggak bisa membayangkan event ini bisa berlangsung.

Ceritanya, as we wish for, FKY tahun ini kita emang niat super mejeng. Nggak puas dengan sekedar nongol di stand, tapi juga bikin fashion show yang konsep awalnya street art, jadi cuma keliling2 aja di deket stand. Tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya jadi fashion show beneran yang (kok kalo diinget-inget) jadinya seriusss buangggett…hehe.. Selain karena nanggung kalo setengah-setengah, panitia FKY 2011′nya juga ngedukung banget. Yo wis lah.

Dengan slogan “Nanggung kalo setengah-setengah” itulah, semua jadi serba “out of mind”.. Tapi over all, semua (saya, Heydi, dan para co owner Nantinya Creative Studio)PUASSSS….. Meskipun setelah itu masih belum percaya kalo kita barusan aja bikin promo gila-gilaan (budgetnya…hehe..)!!

BAsically, di FKY tahun ini kita mejeng di lapak dan di fashion show. Di lapak kita nggak sekedar mejeng sendiri, tapi semua sharing partner yang ngedukung kita di fashion show ikut jualan. Jadi mulai dari tas, baju, sepatu, dan aksesoris yang mejeng di fashion show bisa dibeli di lapak “Nantinya”. Sementara untuk promo event’nya sendiri, ada beberapa media yang support kita, seperti My magz, Evenue, Furmagz, Yasika, Prambors& Female Radio.

Berhubung kata tidak mampu banyak bercerita, jadi saya share aja link dokumentasi selama gladi resik dan fashion show’nya..hehe..


Membungkus Order..

Senangnyaaa, minggu ini saya dan Heydi mulai sibuk bungkus-bungkus order yang kemarin sempat tertunda lamaaaaaaaaaaa…. Maaf..maaf..

Akhirnya pada kelar juga.  So, It’s time to PAMER!! Saya hepi banget karena sebagian besar dari mereka berhasil di eksekusi oleh pak Suko dengan hasil yang sangat menyerupai dengan sketsa yang saya bikin sebelumnya. Dengan bantuan Oka buat capturing them, ini dia hasilnya:

Tapiiiiiiiiiiii.., buat yang udah pada ngiler pengen retail order, harap ditelen lagi ilernya..hehe..coz..sorry to say, Order Season sedang kita tutup. Yup.. Kita nggak pengen menebar janji bisa selesaiin order, sementara  kita sendiri kelabakan siapin stok buat Pasar Seni FKY 2011. Tapi satu hal yang bisa saya janjiin buat FKY, stok-stok baru, something something unique, dan…the most of the most (meski dengan dana super minim), we are going to realize our next dream: Fashion Show!!!! lebih detailnya besok aja deh, kalo udah deket-deket harinya..hehe..(kayak orang mau nikah aja, rahasia-rahasiaan..xixixi..)


Wah, Senangnya….

Hari ini, saya patut merayakan sesuatu. Pasalnya karena saya berhasil membuka halaman admin blog ini, dan mendapati menu “new post” dengan tampilan normal. Selama dua minggu kemaren saya dibikin pusing karena perintah “save draft” dan “publish” nggak pernah muncul di layar. Entah saya yang gaptek, atau wordpress yang error, atau program internet browsernya yang ngambek..

Ndilalah dua minggu kemarin otak saya juga lagi buntu berat. Kalau temen-temen kasih istilah: Galau!! (Macem band Indonesia jaman sekarang..). Saya nggak bisa mengkategorikan apa gerangan yang berkecamuk di otak. Antara pekerjaan yang bejibun, keinginan yang meledak-ledak, obrolan ringan yang menginspirasi, semuanya nyampur kek sayur blendrang. Bahkan notes kecil yang biasa saya tenteng kemana-mana buat mencatat kegalauan tidak selembarpun merangkum apapun.

So, Guys,

Berhubung hari ini saya sudah berhasil ‘menjamah’ blog ini dengan normal, saya akan segera hunting topik buat share disini. Soon!! Yang udah jelas masuk topic list yaitu foto-foto produk dari order season kemarin yang udah pada jadi minggu ini (hufftt..legaaa..). Trus rencana buat bikin thematic series buat mejeng di FKY bulan depan (yuhuuu..nggak sabar!!).

Sekian dulu aja deh. Sebenernya di otak udah banyak banget yang pengen berloncatan keluar. Tapi kalo cerita nggak pake pic, bagai sayur tanpa royco..hehe..


Oleh-oleh dari Senayan

Hey guys!

Nice to be here again. You never know how much I miss Jogja this time..

Seperti yang sudah saya janjikan,saya mau cerita banyak soal pengalaman pertamanya Nantinya Creative Studio ikut Inacraft. Seperti pameran-pameran luar kota lainnya, pameran kali ini ngasih banyak banget pelajaran. Buat saya dan Nantinya.

Preman JCC

Pelajaran pertama yang saya petik, Saudara-saudara, ternyata….Inacraft itu LUUUUAAAAAAAAAAAAAAASSSSSSSSSSSSSSSSS……… Dari sekian banyak Hall di JCC, semuanya full blek sama stand-stand yang produknya superduper keren. 1200’an stand, semuanya penuh dengan kerajinan aseli Indonesia. Saya sangat bersyukur kali ini saya ke Jakarta dengan sepatu yang tepat. Karena selama 5 hari di Inacraft, dan hampir tiap hari saya kelilingi JCC, saya bahkan belum lihat semua stand.

Dan serunya, pengunjungnya juga nggak kalah banyak. Fakta itu saya dapat cukup dengan melihat antrian toilet yang nggak pernah pendek. Gara-gara hobi “keliling JCC” ini, saya jadi cukup paham mapping, macam: mana saja toilet yang antriannya pendek, pintu masuk yang low security, sampai dimana bisa beli es teh or kopimik seharga duaribuan…hahaha… Seorang ibu-ibu pelanggan yang mampir bahkan sempat juluki saya “preman JCC” gara-gara tingkat “pengetahuan” saya yang mencengangkan ini.

Petualangan Sherina

As you know, kali ini ”Nantinya” ikut rombongan Disperindag Kota Jogja yang memboyong 6 UKM dalam 3 stand. Rasa bangga yang menyelimuti kalbu saya masih terus merebak bagai bunga sakura sampai akhirnya saya tiba di stand dengan dianterin pak satpam. Hahaha….saya tidak ingin terdengar mengeluh. Tapi, disinilah “Nantinya” akan nongol, di Hall belakang yang paling belakang!! Mbak Diana,dari Diana Silver, salah satu UKM yang juga ikut dalam rombongan Disperindag Jogja, bahkan masih saja tersesat di hari kedua pameran…Hahaha…Tapi semangat nggak kendur dong. Rencana ngeksis tetep jalan,Bob!!

Soal penginapan pun tak semulus pameran-pameran kami sebelumnya. Saking gedenya event ini, penginapan di sekitar JCC semuanya full book dari 19-25 April. Cerita panjang tentang suka duka cari penginapan dan atau tempat numpang tidur cukup saya jelaskan dalam sebuah fakta bahwa selama seminggu di Jakarta saya dan Mita (pengganti Heydi karena Heydi nggak bisa ikut) 4 kali pindah tidur. Ternyata “semangat hidup irit” dan “menghindari rasa capek” adalah dua hal yang tidak bisa hidup bersama. Kalau di filmkan, perjuangan kami mencari kasur akan jauh lebih menarik dari “Petualangan Sherina”.

The Most!!

Berhubung “Nantinya” masih dalam kategori “exhibitor binaan” alias gratisan, saya jadi cukup cermat mengamati desain stand dari dinas-dinas dan BUMN yang didalamnya tertampung teman-teman exhibitor senasib sepenanggungan. Berbeda dengan para exhibitor individual yang berbayar, “exhibitor binaan” macam “Nantinya” sama sekali tidak punya kuasa menentukan desain stand seperti apa yang akan ditampilkan. Alhasil, saya cuma bisa mengagumi stand-stand kedinasan dan BUMN yang cekli-cekli. Kalau boleh kasih award, saya akan jatuhkan award ini ke booth stand punyabank Mandiri  dan pemkot Surabaya. Keduanya berani bayar mahal untuk tampil manis dengan desain super clean yang otomatis bisa bikin produk dari UKM-UKM binaannya tampil super eksklusif. Hehehe.. kenapa tulisan saya terdengar seperti ulasan majalah begini yak?…never mind!!

Inspiration…..

ini dia the most important chapter dari postingan saya kali ini: Inspirasi. Itulah yang bikin betis saya kaku, karena tiap hari kaki saya menempuh rata-rata 3 km, keliling semua hall, buat cari inspirasi. Selain produk, saya juga ketemu orang-orang yang inspiring banget. Salah satunya Bu Sri Hartini. Owner dari brand “Margriet” dari Surabaya ini tiba-tiba mampir ke stand “Nantinya” di hari pertama pameran. Ini unik, karena umumnya pemilik stand, apalagi yang berbayar, nggak akan jauh-jauh pergi dari stand’nya. Apalagi di hari pertama. Apalagi stand’nya di Main Lobby (harap diketahui, di Main Loby itulah berkumpul semua brand-brand keren).Tapi ibu setengah baya ini tau-tau udah nyampe sini aja. Hall B, bob! pojok belakang pula!! Setelah nunggu saya cukup lama (karena pas itu saya lagi makan di kantin), ibu itu mulai cerita kalau beliau tertarik sama pin-kalung dan produk-produk sulam kami dan berniat untuk kerjasama. Saya masih linglung soal beginian. Tapi obrolan kami malem itu justru ngalir sana-sini, dari mulai merek benang sampai pameran internasional…haiyaaaa…

Obrolan makin seru pas saya mulai tanya tentang Margriet. Ternyata sejak diselenggarakan untuk pertama kalinya, Margriet nggak pernah absen ikut Inacraft. 13 kali!!! Sampai dapet award macem-macem. Meskipun jauh lebih berpengalaman, ibu itu salut banget sama anak muda yang mau wirausaha di bidang ini. What a humble person.. Thats what i learn from her: never stop learning!!

Saya juga ketemu mas Bram, ownernya Lunar. Meski saya yakin mas Bram cuma tau muka (nggak tau nama) saya, hal itu nggak bikin bapak dua anak ini pelit ilmu. Dari obrolan kami, saya dapet banyak banget masukan buat “Nantinya”. Seru, tauk? ketemu senior-senior asyik kayak mereka.

“Petualangan Mirip Sherina” ini juga membawa saya sampai Bekasi. Tepatnya di rumah Bapaknya Mita yang ternyata pembuat koper. Kesempatan nginep di rumah sekaligus tempat produksi koper& travel bag ini nggak saya lewatkan begitu saja. Saya banyak ngulik soal material dan teknik produksi. Bapak tangguh berusia pertengahan 40′an itu juga banyak membagi cerita suka duka selama 20′an tahun menjalankan usaha ini.

So, Guys, kurang lebih begitu resume perjalanan kami kali ini. Saya pulang ke Jogja dengan setumpuk impian, harapan dan baju bekas hasil ngawul di pasar Senen.. (Tentang yang terakhir ini akan saya bahas lain waktu). Saya pikir, begitulah cara kita bergerak maju. Dengan terus memperbaharui semangat dan angan-angan.

Semangkaaa!!!!!!!!!!



Road to Next Dream

guys,

its a taft week!!!

Minggu ini, salah satu mimpi saya buat ‘Nantinya’ hampir terwujud dalam beberapa hari kedepan. Berawal saat dua bulan lalu, dibantu mas Yul, ‘Nantinya’ nyusun RKAT, kepanjangannya Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan..ffuihhh..berat banget kan? Meski udah bertahun-tahun bikin usaha, baru kali ini saya denger istilah begituan. Selama nyusun RKAT itu, kita terus berangan-angan bisa memasukkan Inacraft 2011 di jadwal pameran tahun ini. Agak berlebihan memang mengingat anggaran promo tahun ini kita perketat, sementara harga sewa stand di event tersebut selangit. Maklum, event gede, dab!! Alhasil, Inacraft 2011 was out of our 2011′s plan.

Sempat berhembus angin segar pas mbak Yeni nyaris dapet peluang buat konsinyasi lewat salah satu peserta Inacraft dari Jogja. Tapi setelah negosiasi lebih lanjut, kita nggak boleh numpang promosi. Berhubung prinsip kita: “Mending nggak nampang sekalian dari pada nampang tapi nggak eksis“, so peluang itu melayang dengan tenang, memdesis seperti ban kempes…

So, Wish list buat nampang di Inacraft sudah musnah dari angan-angan, sampai pada suatu siang, tepatnya pukul 12 lebih empatpuluh lima menit, tanpa didahului hujan badai dan angin topan, datang seorang petugas dari Disperindagkoptan Kodya Yogyakarta, muncul di depan pintu toko. setelah dua pertanyaan:

1. Mbak, ini Nantinya?

dan:

2. bisa bertemu mbak Greta?

(Saya nggak pernah paham kenapa bapak saya tidak menamai saya dengan nama yang lebih mudah ditulis dan diucapkan manusia…)

maka pertanyaan ketiga adalah:

3. Mau ikut Inacraft?

Seketika saya seperti melambung di udara, melambai bagai kelapa, terhuyung-huyung hampir gila. Jika ada ajakan begitu rupa dari Desperindag, sudah pasti biaya sewa stand-bisa dibilang-gratis!!! Karena akal sehat saja lantas saya menjawab dengan tenang dan tegas: MAU.

Setelah saya tanya tinyi sedikit, terutama memastikan soal pembiayaan (yang tentu saja tidak jauh dari dugaan), Bapak itu berlalu.  Meninggalkan selembar undangan berukuran setengah kwarto (mengingatkan saya pada undangan arisan RT)perihal pembahasan soal persiapan keberangkatan.

Guys….Nantinya Creative Studio officially invited by Desperindag Kodya buwat mewakili JOGJA di INACRAFT 2011!!!!! (saya pengen tulis kabar gembira ini pakai font 22 pt, tapi sayang, nggak bisa..) Tentu saja berhubung gratisan kita gak dapat satu stand penuh karena harus berbagi 3 stand dengan 5 UKM yang lain. Tapi himbauan Desperindag Kodya Jogja supaya kita tampil maksimal dengan diperbolehkan bawa materi promo sendiri sudah lebih dari cukup untuk memenuhi hasrat “ngeksis” kita yang kelewat batas…

Huwaaaaa……….Inacraft….we are comiiiinnn…..

Saya pernah berpikir, mungkin saya ini seorang dream maker (saya tidak pernah merasa sebagai dream catcher). Kerap sekali saya speak out loud about my dream, atau goals di masa depan. Seringkali saya lupa untuk berusaha mewujudkannya, saya bahkan tidak ingat untuk memintanya lewat doa, sampai tiba-tiba: they come true.  Banyak yang bilang ini karena kekuatan pikiran, ada juga yang membuat teori kalau ini erat kaitannya dengan semesta. Tapi menurut saya, ini semua berkat doa Ibu. Jika Anda seorang ibu, mulailah untuk rajin berdoa mulai sekarang, karena akan banyak keajaiban terjadi bagi anak-cucu Anda. Thanks, Mah..Doamu tiada tara…

Tapi euforia saya cukup beberapa menit itu saja, karena tiba-tiba saya ingat, bapak-bapak penjahit lagi pada doyan bolos, sementara beberapa produk stoknya menipis… Belum lagi produk-produk baru yang belum diperbanyak. Ingat, kan? Nantinya lagi asyik terima retail order? dan kabar terburuknya, my partner in crime, Heydi, nggak bisa ikut ke Jakarta karna barengan sama acara nikahan adik laki-lakinya. Huwahahahiks..hikss…Saya nggak bisa membayangkan pameran luar kota nggak sama Heydi….So sad!!

Hari-hari berikutnya berisi ketergesa-gesaan, kelimpungan, kelabakan, jungkir jempalitan.  fiuhhhf..tidak boleh mengeluh.. Saat-saat seperti ini waktu yang tepat untuk independently praying…Hahaha..

So, sodara-sodara dan hadirin yang terhormat, untuk pertama kali setelah hari pernikahan saya, saya sekali lagi mohon doa restu yaaa…hehe… Saya janji akan bawa kabar gembira dan banyak cerita sepulang dari pameran nanti. Saya juga janji akan menulis semua harapan saya yang terkabul. Yang sepele sekalipun…

Big Hug for u all…


necklace madness

hey..hey..

Weekend ini saya semangat buanget bikin kalung!! Selain buat pemanasan karena besok mau ikut workshop Passion Fashion di HONF, kebetulan stok kalung di toko udah abis & beberapa costumer nanyain.. Sebenarnya sih belum niat-niat banget karena urusan belanja bahan buat stok Nantinya juga belum kelar semua, tapi pas googling kok ya nemu tutorial-tutorial asyik about DIY necklace. Tangan mendadak ‘gatal’. Langsung deh hunting material di gudang belakang. Alhasil, urusan kalung buat stok saya serahkan Heydi, sementara saya sibuk bikin new invention macem begini:

style fotografinya sih begaya kek mau bikin tutorial aja..hehe..ternyata proses kreatif saya rada chaos & belepotan. Tutorial yang jernih dan rapi batal terselenggarakan.

ditengah-tengah saya baru sadar kalau semua material yang saya temukan, mulai dari suede, kain celup perca, resleting, tali kulit, semuaaaaa material yang saya punya ternyata: SERBA PINK!! Dengan sangat enggan, saya mau ngaku, kalo ternyata saya seorang pinky freaky!! what a horrible…

oh yap, thanks to Heydi yang sukarela sumbangin perca kain hasil karya celup perdananya buat bikin aplikasi bunga buat kalung aneh ini. very nice tie dye ..keren bangettt!!

ini dia: crazy pink necklace ala saya

hahah..

Skalian niy…mau pamer stok kalung terbaru di Nantinya Store


Dream Shoes

Sudah lama sekali saya kepengen sepatu, tapi kok ya belum nemu juga yang keren. Nemu keren satu aja di pasar klithikan..xixi..

Kalau boleh saya berbagi, sepatu yang saya idamkan adalah kurang lebih yang ada talinya, dari kulit tapi lemes, no high heels, for sure!! mungkin setinggi mata kaki, tapi kalaupun enggak gak apa-apa..seperti rockabilly shoes.. Saya seneng banget sepatu!! Meski harus mengakui pake sepatu itu bikin gerah, tapi kaki buluk saya ini gak pernah matching dipasangin sama sendal (kecuali sendalnya buluk juga). Gara-gara “nyidam sepatu” gak jelas ini, saya jadi iseng ngutak-ngutik foto-foto produknya Sadinoe, produsen sepatu kawakan di Solo yang kebetulan masih sodara. Berharap dengan iseng nge retouch beberapa produk mereka jadi  two tone, mereka jadi terinspirasi, trus mau produksi, minimal satu dalam ukuran 37, buat saya sendiri…hahaha…

this is it, hasil utak atik foto produk Sadinoe pake photoshop..


Cara Merenung yang Aneh

Kalau bisa, saya ingin sekali merenung dengan cara seperti ini:


Nantinya’s Print Ad Catalogue

Yo..

Melanjutkan cerita saya tentang photo session kemarin, ini dia hasil akhirnya: Katalog Cetak Nantinya!!

Kepengennya saya sih upload flipbook-nya, tapi utak-utik nggak berhasil juga, jadi cukup photo-photo ini saja yang mewakili. “Delicious Jogja” bakalan kita ajakin mejeng kesono kemere selama 2011 ini. Thanks buat Omahloro yang dengan senang hati membantu eksekusi kreatif “Delicious Jogja”, terutama Fafa yang berhari-hari “hinggap” di depan komputer mengasah “grafis gila” request kita… Doakan kami yaaa!!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.